ketika hanya diam yang bisa ku lakukan, ketika semua menyanyakan hanya tunduk yang ku tunjukan. tak dapat ku ucap kata, karena aku tak ingin salah dalam berucap. berada di situasi seperti ini membuatku terus bertanya pada diri, apakah aku harus berhenti dan meninggalkan semua ? tapi sekali lagi aku berpikir, aku sudah jauh melangkah, apa harus berhenti ? kadang lelah menyuruhku berhenti, tak mudah jika aku harus menghapus, dan memulai sesuatu yang baru. aku tak ingin, aku hanya ingin tetap melangkah dengan yang sudah ada, tapi tidak seperti ini ?
katakan apa yang harus aku lakukan ? yakinkan, apa semua akan baik-baik saja ?
aku semakin tersudut dengan semua pertanyaan itu, aku mengerti maksud mereka, bukan mendesak, hanya ingin memastikan, ya aku mengerti.
mereka hanya tak ingin aku kecewa, ketika waktunya tiba ternyata hanya kosong yang aku terima, karena di awal tak ada kepastian, tapi sekali lagi apa yang harus aku katakan ?
aku hanya bisa menghindar kala mereka sedang berkumpul, aku tak ingin di tanya lagi, aku bingung karena aku tau apa yang terjadi.
jika tak seperti ini mungkin dengan mudah aku mengiyakan pertanyaan mereka. aku selalu berpikir dan memperhitungkan tiap kali aku ingin bertindak, apa ini akan benar atau tidak.
aku lebih memilih diam, dan berkata seperlunya, daripada aku salah berucap. tapi jangan buat aku lama berdiam diri, pastikanlah !
16 February 2014
14 January 2014
13 / 01 / 2014
hujan tak henti-hentinya tercurahkan, hingga matahari enggan memunculkan kehangatannya.
sama seperti hati ini yang mendung,, (lho, apa sih ndah... hihihihih . . . .)
gini ceritanya,
dari hari minggu kemarin hujan tak kunjung henti, menyebabkan beberapa daerah tergenang banjir. so, pas hari senin kemarin udah heboh berita soal banjir di ciledug. aku bingung, gimana caranya aku ke kantor sementara jalanan banjir dan aku gak tau jalan.
ditambah di kantor kerjaanku numpuk. (klo engga mah mau gak masuk aja :P)
tiba-tiba ide cemerlang muncul, aku calling salah satu sahabatku si Fahfaririzaza, aku minta bareng berangkat kerjanya sama dia, kebetulan kan satu arah dan dia mau.. alhamdulillah
aku berangakat pagi-pagi dari rumah, janjian di pom bensin deket wadas, aku nungguin kok gak muncul-muncul, eh gataunya dia antri beli bensin dulu.... hadeeeeehhh ijah
yaudah tuh kita berangkat, ternyata bener di pertigaan itu udah banjir, gak bisa maksain lewat, kasian si black.
akhirnya kita lewat mencong, mau lewat jalan .......... (lupa namanya :P) tapi kata bapak-bapak gak bisa, banjir. yaaaaaaaaaaaahhhhhhh . . . . . . .
nepi dulu tuh akhirnya, sambil membincangkan mau lewat mana. eh, ada emba-emba ikutan, dia kebingungan juga tuh mau lewat mana, dia mau ke arah jombang.
si riza nyaranin lewat ulu jami, laaaaahhhh terus aku piye ???
terus ada yang bilang, lewat japos aja neng. yaudah tuh akhirnya kita putuskan lewat japos, macet boooo . .
ikutin aja kemana kendaraan ini membawa kita (lho, ngikutin orang-orang deh), berharap orang yang di ikutin gak pulang kerumahnya..
kompleknya juga hampir banjir, terus lewat jembatan airnya udah tumpah2 ke jalanan. di jalan ketemu sama anak PU, yaudah aku bilang kita ikutin aja mereka.
dan alhamdulillah, berhasil juga, tembus-tembus ya depan PU itu, kita lanjutkan perjalanan kita, kita pisah pas di bintaro, sampe kantor gak lama ujan, waduhhhhh kasiannya si riza yang masih di jalan.
di kantor masih sepi biingiiit, yaudah aku di musholah aja sambil dhuha.
senin berkah banget, banyak banget makanan di kantor, tapi sayang saat itu aku sedang shaum, jadi aku bawa pulang aja. kerjaan gak berhenti-henti, banyak banget. mpe pegel nginputnya.
tiba-tiba hati gak tenang, kepikiran bee terus dari kemarin, semoga dia baik-baik saja. doaku tak putus menyertaimu.. (^_^)
mmmm . . . . . .
bingung lagi ni aku, gimana caranya nnti aku pulang ya ? masih banjir gak ya ?
akhirnya jam kerja usai sudah, aku bergesas pulang, eh ada yang minta bareng, yaudah bareng deh tuh, kebetulah aku emang ngelewatin gang rumahnya.
udah sampe aku turunin dia di gang, terus aku lanjutkan perjalananku, macet brooooo . . . . . .
ckckckckck . . . . . .
tau gitu aku lewat jalan lain, tapi yaudah aku lanjutin aja, ternyata sampe pertigaan yang mau ke cipadu macetnya.
aku bingung mau lewat nama, aku coba dulu deh jalan biasa, ternyata masih belum bisa lewat, di pertigaan masih banjir.
yaudah aku muter balik, aku sih berharapnya gak magrib di jalan, soalnya aku gak bawa minum buat batalin shaum. aku coba liat orang-orang yang muter balik, yaudah aku ikutin. aku kira ini jalan yang aku lewatin tadi pagi, tapi bukan ah, bukan ini jalan yang tadi pagi, tancap terus, pas udah beberapa ratus meter aku baru sadar jalan ini, ya ! ini jalan yang waktu itu pernah aku lewatin sama riza waktu itu.
ah katanya bajir jalan ini tadi pagi, engga ada bekasnya tuh....
alhamdulillah . . . . .
pas banget magrib aku sampe rumah . . . .
begitulah ceritanya . . . .
12 January 2014
Not Same
mungkin aku tak ada lagi dalam harimu
semua tentang ku mungkin juga sudah tertutup
tak ada lagi namaku dalam buku hidupmu
dan tak penting lagi semua tentang ku
mungkin rasa yang selama ini ada sudah musnah
semua yang terucap hanya sugesti semata
hanya untuk menyenangkan hati
tapi mampu memusnahkannya
perjalanan ini sangat melelahkan
apa yang ku tunggu tak jua datang
hidup dalam ketidakpastian
tergantung seperti buah di pohon
yang kapan saja bisa jatuh ke bawah
atau malah membusuk karena terabaikan
bagai daun yang berada di dahan
yang bisa gugur atau terbang terbawa angin
ini perasaan bukan game
yang bisa mainin sesuka hati
dan bila bosan
cari game yang baru lagi
terasa percuma tiap tetes air mata yang terbuang
hanya untuk mengharapkan sesuatu yang tak pasti
memang hidup ini tak ada yang pasti
begitu pun perasaan mu yang selama ini ada
bye . . . . .
mungkin aku akan pergi
tinggalkan mu yang tak pernah pedulikanku
semua ucap hanya sebatas ucap
tak ada yang terbukti
bukan aku yang kau cari
bukan aku yang kau tuju
mungkin hanya iba saat kau lihat diri ini
bukan cinta melainkan rasa kasihan semata
semua tentang ku mungkin juga sudah tertutup
tak ada lagi namaku dalam buku hidupmu
dan tak penting lagi semua tentang ku
mungkin rasa yang selama ini ada sudah musnah
semua yang terucap hanya sugesti semata
hanya untuk menyenangkan hati
tapi mampu memusnahkannya
perjalanan ini sangat melelahkan
apa yang ku tunggu tak jua datang
hidup dalam ketidakpastian
tergantung seperti buah di pohon
yang kapan saja bisa jatuh ke bawah
atau malah membusuk karena terabaikan
bagai daun yang berada di dahan
yang bisa gugur atau terbang terbawa angin
ini perasaan bukan game
yang bisa mainin sesuka hati
dan bila bosan
cari game yang baru lagi
terasa percuma tiap tetes air mata yang terbuang
hanya untuk mengharapkan sesuatu yang tak pasti
memang hidup ini tak ada yang pasti
begitu pun perasaan mu yang selama ini ada
bye . . . . .
mungkin aku akan pergi
tinggalkan mu yang tak pernah pedulikanku
semua ucap hanya sebatas ucap
tak ada yang terbukti
bukan aku yang kau cari
bukan aku yang kau tuju
mungkin hanya iba saat kau lihat diri ini
bukan cinta melainkan rasa kasihan semata
Subscribe to:
Posts (Atom)


