Hari ini bener-bener menyebalkan, kalau kata orang-orang hari sial. Entahlah, terserah mau nyebutnya apa.
Pagi-pagi udah di bikin sedih aja, terus sore ini hp jatoh ke kubangan.
Aku gak bisa nyalahin hari, semua yang terjadi pasti ada sebabnya, itu yang aku pikirkan.
Jadi begini ceritanya . . . .
Awalnya aku emang berniat pulang kerja gak langsung pulang, kebetulan salah satu sahabatku nelpon sore tadi, dia ngajakin ke BP nyari komik, tapi sayang sekali pas mau pulang hujan deras sekali jadi aku urungkan niatku, nah gak lama ujannya reda, aku call back dia, oketuh deal kesana, dia sih udah disana duluan, pas mau siap-siap ke sana hp bunyi, dia menginfokan kalau disana itu hujan. Yaaaaaahhhhh . . . . . gak jadi deh
Yaudah deh tuh, udah bulat buat gak pergi. Karena bensin habis, aku mampir dulu di pom, saat itu ujan agak rintik-rintik. Sebenernya masih enggan untuk pulang, tapi mau gimana lagi. Setelah isi bensin, aku putuskan untuk pakai mantel, karena takut deras nanti tiba-tiba tengah jalan.
Naaaaaahhhh . . . . ..
pas itu hp bunyi lagi, karena pake helm aku selipin aja hpnya, dia bilang disana udah reda, tapi ya sudah udah gak enak mau pergi juga. Aku pake deh tuh mantel, dan aku lupa kalau hp masih nyelip di helm, pas aku buka helmnya, PRAAAAAAAAKKKKKK . . . . .
Hp ku jatuh ke air, (T_T) aku elap yang keliatan basah, aku matiin deh tuh hp. Pas sampe rumah aku liat basah sampe ke dalam ternyata, hiks hiks . . . . aku coba nyalain tapi gak nyala-nyala juga, aku lepas semuanya, aku tinggal solat magrib, aku berdoa supaya nyala lagi, alhamdulillah . . . .
nyala tuh hpnya, aku tinggal ke depan sebentar, pas aku cek udah mati lagi, huuuuaaaaaa . . . . . .
dont panic, aku cuma bisa diam nyembunyiin hp ini, aku gak bilang sama sekali sama ortu, aku gak putus asa. Aku coba lagi dan lagi, dan aku diemin aja tuh hp.
Ba'da isya aku coba, dan Alhamdulillah . . . . . .
my bee nyala lagi . . . . .
aku harap dia gak mati lagi......
itu hp pertamaku dari hasil keringatku sendiri (^_^)
aamiin . . . . .
06 March 2014
Aku BUKAN Dia
aku adalah aku
aku bukan dia
aku bukan mereka
aku adalah aku
meski tak banyak yang kau sukai
meski tak seperti yang kau harapkan
dan tak seperti dia
aku tetaplah aku
dengan semua yang ada
ini diriku
dan ini aku
bukan dia
dengan semua yang ada
ini diriku
dan ini aku
bukan dia
16 February 2014
What Must I Do ?
ketika hanya diam yang bisa ku lakukan, ketika semua menyanyakan hanya tunduk yang ku tunjukan. tak dapat ku ucap kata, karena aku tak ingin salah dalam berucap. berada di situasi seperti ini membuatku terus bertanya pada diri, apakah aku harus berhenti dan meninggalkan semua ? tapi sekali lagi aku berpikir, aku sudah jauh melangkah, apa harus berhenti ? kadang lelah menyuruhku berhenti, tak mudah jika aku harus menghapus, dan memulai sesuatu yang baru. aku tak ingin, aku hanya ingin tetap melangkah dengan yang sudah ada, tapi tidak seperti ini ?
katakan apa yang harus aku lakukan ? yakinkan, apa semua akan baik-baik saja ?
aku semakin tersudut dengan semua pertanyaan itu, aku mengerti maksud mereka, bukan mendesak, hanya ingin memastikan, ya aku mengerti.
mereka hanya tak ingin aku kecewa, ketika waktunya tiba ternyata hanya kosong yang aku terima, karena di awal tak ada kepastian, tapi sekali lagi apa yang harus aku katakan ?
aku hanya bisa menghindar kala mereka sedang berkumpul, aku tak ingin di tanya lagi, aku bingung karena aku tau apa yang terjadi.
jika tak seperti ini mungkin dengan mudah aku mengiyakan pertanyaan mereka. aku selalu berpikir dan memperhitungkan tiap kali aku ingin bertindak, apa ini akan benar atau tidak.
aku lebih memilih diam, dan berkata seperlunya, daripada aku salah berucap. tapi jangan buat aku lama berdiam diri, pastikanlah !
katakan apa yang harus aku lakukan ? yakinkan, apa semua akan baik-baik saja ?
aku semakin tersudut dengan semua pertanyaan itu, aku mengerti maksud mereka, bukan mendesak, hanya ingin memastikan, ya aku mengerti.
mereka hanya tak ingin aku kecewa, ketika waktunya tiba ternyata hanya kosong yang aku terima, karena di awal tak ada kepastian, tapi sekali lagi apa yang harus aku katakan ?
aku hanya bisa menghindar kala mereka sedang berkumpul, aku tak ingin di tanya lagi, aku bingung karena aku tau apa yang terjadi.
jika tak seperti ini mungkin dengan mudah aku mengiyakan pertanyaan mereka. aku selalu berpikir dan memperhitungkan tiap kali aku ingin bertindak, apa ini akan benar atau tidak.
aku lebih memilih diam, dan berkata seperlunya, daripada aku salah berucap. tapi jangan buat aku lama berdiam diri, pastikanlah !
Subscribe to:
Posts (Atom)
