18 June 2025

Memory

Bayang tentangmu masih terus mengikuti langkahku
Di setiap ruang di rumah, di sepanjang jalan yang ku lewati, dan di setiap tempat yang pernah kita singgahi
Tawa candamu masih begitu terasa
Dekapmu yang selalu aku rindukan

Aku lemah tanpamu...
Semua terasa seperti mimpi, mimpi buruk yang panjang
Barang-barangmu yang seolah masih akan kamu pakai, tergeletak begitu saja
Aku selalu merasa bahwa kamu akan datang, akan pulang, aku hanya sedang menati kehadiranmu seperti biasa

Mas....
Bagaimana aku menjalani kehidupan ini tanpa dirimu
Bagaimana cara aku membagi bakti kepada orang tua ? orangtuamu dan orangtuaku ?
Aku tak tega ngeliat mamahmu sendirian, sementara adik-adikmu tidak ada di sisinya
Tapi hati aku juga tidak bisa membiarkan orangtuaku sedih, takut mereka merasa kalau aku lebih peduli dengan mamahmu

Mas...
Apa kamu sayang aku ? Apa kamu melihat aku dari sana ? Apa kamu tidak merindukan aku ?

11 June 2025

KEHILANGAN

Tahun 2025 Bulan April Tanggal 27 pukul 18:15 Hari Minggu

Menjadi tahun yang berat untuk diriku, aku kehilangan separuh dari jiwaku
Entah bagaimana aku menjalani hari-hari selanjutnya
Tanpa dirimu aku seperti kehilangan arah, kemana aku harus membagi semua perasaan ini
Dulu kau selalu melarangku pergi kemana-mana sendiri, tapi kenapa kini kau pergi meninggalkanku sendiri ?
Aku tak tau harus berkata apa lagi, aku hanya bisa diam dan berusaha setegar mungkin

Sayang, maaas
Aku sangat merindukanmu
Aku sangat membutuhkanmu
Bisakah aku ikut denganmu ?

Aku tak ada niat untuk mencari yang lain
Tak ada niatan untuk menjalin hubungan yang baru
Dan aku selalu mengatakan padamu "kalau kamu udah cukup buat aku"

Ya Allah...
Jika kehidupan ini baik untuk hamba, maka kuatkanlah hamba
Namun jika kematian itu baik untuk hamba, maka matikanlah hamba
Matikan hamba dalam keadaan khusnul khatimah
Matikan hamba dalam keadaan yang baik
Anugrahkanlah pada hamba amalan yang terus mengalir pahalanya, agar ia menjadi bekal hamba di alam barzah
Lapangakan kubur hamba dan jadikan cahaya dari surga yang menyinari kubur hamba kelak
Izinkanlah kami bertemu kembali dalam surgamu

12 November 2016

Dewasa

menjadi dewasa sungguh tidaklah mudah
persoalan hidup sudah mulai kita tanggung sendiri
dan seiring bertambahnya usia, pertanyaan tentang "kapan lulus kuliah?" "kapan nikah?" "kapan punya anak?" "kapan ? kapan ? kapan ?" 

pusing sekali dengan pertanyaan-pertanyaan semacam itu, apa mereka semua tak memikirkan perasaan yang ditanya ??
doakan sajalah, jangan seperti itu. karna doa kalian semua lebih berharga dari pada pertanyaan-pertanyaan macam itu.

dewasa ?
tak semua orang yang usianya 20an bisa dikatakan dewasa. karna dewasa sendiri itu diukur bukan berdasarkan usia, tapi pola pikir.

dan hari ini, ada salah satu teman kecil dirumah yang dilamar.
alhamdulillah seneng dengernya, sekaligus was-was.
khawatir bukan karna aku belum ada yang melamar juga #uuppss
tapi khawatir akan kedua orang tuaku, tiap ada yang dilamar atau menikah, pasti mereka langsung tanya "kamu kapan ndah?" "mama sama bapak juga pusing ditanyain sama orang-orang nih, pak hari kapan nih ngebesan?"
sungguh aku amat sedih pak mah ditanya seperti itu, aku juga ingin membahagiakan kalian dengan menikah, tapi memang saja Allah belum menuntun jodohku.
jodoh itu udah diatur sama Allah, mungkin saja jodohnya mereka memang deket, sementara jodohku lagi on the way..

ketika seperti ini, aku tak tahu harus bagaimana, entah kenapa lidahku terasa kelu untuk menjawab pertanyaan mereka, aku takut kalo-kalo aku salah bicara dan malah menyakiti mereka..
dan saat seperti ini, aku hanya sendiri menghadapinya, apa tak mengerti betapa pusingnya aku ??

06 November 2016

Tentang Kamu



Kamu . . . .

kamu adalah seseorang yang tak pernah aku kenal sebelumnya
orang asing yang tiba-tiba menjadi bagian dalam kehidupanku
beriringan dengan waktu jarak itu semakin dekat
membuat pertemuan menjadi sebuah hubungan

mulai mengenal mu ?

tidak . . .

meski lama kita bersama, aku masih tak mengenalmu
aku tak bisa menebak bagaimana dirimu
terkadang apa yang terpikir tak seperti apa yang terlihat
kau begitu membuatku bertanya-tanya

ini adalah sebuah kisah perjalanan yang panjang
perjalanan yang masih sangat jauh
perjalanan untuk mengenal mu

belum, ya tentu saja belum

bukan perjalanan mengenalmu, karena ini belum dimulai
jika ini adalah musik, mungkin ini hanya intronya saja
jika ini adalah novel, maka ini adalah prolognya
karena sebelum ada ikatan, maka kata mengenalmu itu belum bisa dikatakan

kamu . . . . .

seseorang yang selalu menjadi tanya dalam hatiku
seseorang yang menjadi alasanku dalam segala hal

kamu . . . . . .



07 October 2016

Who am I ???

banyak yang bertanya siapa aku ?
aku adalah seseorang yang anda lihat, hanya dari luar
bukan, aku hanya bayang semu
bukan, aku hanya hempasan angin yang tak terlihat

sulit untuk menggambarkan bagaimana aku
bahkan aku sendiri tak tahu siapa aku ?
ketika dibilang seperti ini, ternyata seperti itu
ah ini bukan tentang aku

bukan !
karena aku tak tau siapa aku
jelas bukan aku
dan bukan aku

sudahlah
ini sudah terlalu larut
berhenti bicara siapa aku
cukup kau pahami aku, dan kau akan mengenal aku
cukup kau disini, maka kau akan mengerti bagaimana aku
karena aku tak bisa kau lihat dari luar, kau perlu masuk untuk mengetahuinya
maka kau akan menemukan aku
aku yang sesungguhnya

ah sudah ini sudah larut
mari kita tidur
biar aku tetap menjadi aku
dan hadir dimimpimu, agar kau tetap melihat aku


(hanya tarian jari dimalam hari, tanpa pemikiran panjang, jadi tak tau apa ini :D hahahahah)




NB: ngomong-ngomong soal aku, seketika jadi inget tentang panggilan yang orang-orang berikan untuk aku
1. endah (dengan nada yang lain)
2. ndah
3. budi
4. diar
5. ndahndul (yang entah kenapa berubah jadi gandul)
6. ndul
7. ecil
8. indah (ada aja yang manggil seperti itu)
9. anak PKL (apalah itu, masih aja di panggil gitu sama orang2 kantor)
10. dll

Sudah Hampir Selesai

hhhmmmm....
gak terasa kalau sudah tinggal dikit lagi selesai, beberapa waktu lalu kerjaan sempet menggunung dan bikin stress hari-hari.
berusaha untuk fokus, dan akhirnya sedikit demi sedikit sudah mulai berkurang. bahkan sekarang mba tuti yang kualaha gara-gara kerjaan aku sudah mau selesai
tiap hari ditanya "bud, lu udah ga ada kerjaan ya?" :D

mungkin buat orang-orang itu adalah kerjaan sepele, kerjaan yang mudah, kerjaan yang seharusnya ga sampe menggunung gitu
tapi nyatanya tak seperti itu, kalau kalian yang ada di pisisi seperti aku mungkin akan lebih mudah mengerti alasannya kenapa
intinya jangan nyepelekan kerjaan siapapun, seperti apapun kerjaannya, kita kan gak tau kesulitan apa yang ada di dalamnya
kelihatannya mudah, tapi ternyata tidak

awalnya sih ngejar kerjaan itu pertama karena udah muak ngeliat tumpukan gak selesai-selesai, dan alasan lain karena ingin cari kerjaan lain, ingin cari ilmu lain, ingin cari suasana yang lain, tanpa harus meninggalkan beban untuk anak baru nanti.
kasihan kan nanti, masih baru tapi udah ditinggalin warisan menggunung :P
kalo warisannya uang sih enak yaaaa....
lah ini invoice tagihan :D
dulu waktu baru masuk kerja disana, orang yang akan aku gantiin juga melakukan hal yang sama
saat aku datang, aku di kasih kerjaan fresh, bukan di kasih tumpukan
hal itu juga yang ingin aku lakukan

sejauh ini, kerjaan udah di tahap posisi aman
tapi belum mulai untuk cari-cari info loker, mungkin karena persiapannya masih kurang
niatnya sih udah ada, tapi usahanya yang belum :)
berharap bisa dapet kerjaan yang aku inginkan, masih berharap bisa kerja di "sana" you know lah what I mean 
hehehehe

Nite semuanya

16 April 2016

Oh 23'th You're awesome ~

ah ternyata sudah setahun kita tidak bercanda riang ya ...
dan kau tau sekarang tanggal berapa ??? ini angka yang cantik loh
iya kan iya kaaaaaan . . . . .

pagi ini entah harus sedih atau kecewa atau menangis  hehehehe sama aja ya, atau bahagia maksudnya. tapi masalahnya aku tak merasa bahagia (gimana dong ?). oh aku tau, mungkin karena aku tidak bersyukur makanya tidak merasa bahagia.

hari ini adalah hari yang sangat aku nanti-nantikan, hari dimana umurku mulai berkurang di dunia. sedih karena aku merasa disisa umur ini tak banyak hal bermanfaat yang aku lakukan...

ceritanya dimulai dari pagi hari ini 16 April 2016, ada sesuatu yang membuat aku menitikkan air mata.
ketika aku sedang mencuci pakaian, tiba-tiba bapak masuk membawakan sesuatu, entah itu apa- sepertinya ada yang sudah mengirimkan bungkusan tersebut dan buru-buru pergi begitu kata bapak..
aku terima bungkusan tersebut dan membawanya ke kamar, setalah aku buka entah kenapa aku cuma bisa menangis menerima itu, untuk apa ? lebih baik tak usah diberikan sekalian
dan tak lama ibu dan bapak datang memberikan ucapan selamat kepadaku di iringi doa-doa yang keluar dari mulut mereka secara langsung, hal membuatku lebih sedih saat itu adalah ketika mama menangis saat memelukku.
ya, mama tau apa yang aku rasakan, mama tau apa yang terjadi. aku tak perlu cerita apa-apa seperti yang dalam surat itu perkirakan.. ya tidak perlu

bulan ini, hari ini
Allah memberikan banyak hal yang tidak aq tahu, berat sangat berat melaluinya, sangat berat mengetahuinya. mungkin ini cara Allah menunjukkan jalan-Nya selama ini, hanya saja aku selalu mengingkarinya.

terkadang aku merasa ini sangat tidak adil, ya tidak adil.
kenapa aku ? kenapa ini terjadi padaku ? apa salah aku sampai teganya seperti itu.

dan satu hal lagi yang membuat aku sangat sedih, mereka yang selalu aku andalkan tak ada.
mereka tak ada, entah kemana mereka.
sampai kapan kita seperti ini, aku lelah, aku lelah dengan semua ini
apakah PERSAHABATAN hanya KLISE semata, apa hanya sekedar nama ??
kenapa kalian ?? sampai kapan tembok besar dalam diri kita masing2 itu runtuh ??
8 tahun apa waktu yang sebentar ? mungkin kita memang hanya tau dari luar, tapi sepertinya kita tidak saling mempercayai, tak saling terbuka.

ya Allah, maaf hari ini aku terlalu banyak mengeluh
aku tak tahu harus apa ? aku tak tau harus berbuat apa

apa memang lebih baik aq seorang diri saja saat ini, tanpa teman sekalipun ?
apa harus seperti itu ?
ah mungkin aku sudah menjadi gila dengan masalah-masalah ini, ya mungkin aku sudah kehilangan separuh dari bagian tubuhku, semangatku pun mulai runtuh.

berjalan pun tak tau arah . . . . . .

oh 23'th, you're so AWESOME

02 May 2015

Good Bye April

april sudah berlalu, dan selamat datang mei . . . . .
aprilku sungguh sangat tidak berkesan, banyak sekali masalah yang datang bertubi-tubi dengan pokok masalah yang itu-itu saja. 
awalnya ku kira april akan berpihak padaku, tapi entahlah . . . . .
semakin dekat dengan hariku, sempat kau katakan "kamu mau hadiah apa?" I just say "aku ingin hadir diacara graduation mu". hari demi hari terus berlalu, sampai akhir mendekati hari ku kau berkata "bagaimana jika dia juga ada dalam acara itu" aku hanya bisa diam, ya hanya diam..
sejak saat itu, hampir tiap hari kita cekcok, dan aku katakan padamu "tidak usah belikan aku tiket, klo dia juga ada" ya mungkin aku memang egois, namun aku hanya tidak ingin sesuatu yang tidak di inginkan terjadi.

aku dan pak irman
sampai pada hari ulang tahunku, kau datang. mungkin tidak begitu spesial, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kau tidak memberiku apa-apa, tapi kau mengajakku kesebuah tempat makan sate padang di pinggir jalan, dan ternyata pedagang itu bukanlah orang asing bagiku, ya aku sangat mengenalnya "pak irman" guru kita. selain menjadi guru, beliau tiap malam berjualan sate padang dipinggir jalan joglo. cukup kaget melihat kondisi tubuhnya sekarang, beliau terlihat sedikit kurus,


tak seperti 4 tahun lalu saat aku melihatnya disekolah. melepas rindu yang ada, banyak hal yang bisa kita bicarakan. dan tak lupa menyantap sate padang buatannya, awalnya aku tidak ingin makan karena aku tidak suka, tapi pas aku nyobain sate padang itu, jadi ketagihan, makan sepiring berdua jadi kurang, hehehehehe . . . .
qm dan pak irman
dan terima kasih untuk kamu atas pemberianmu kepadaku, hadiah yang sangat indah, meski aku masih mengharapkan hadiah yang lain. weeee....


20 April . . . . . (tetaplah bersamaku)
mungkin itu menjadi puncak atas permasalahan kita, dan mungkin itu yang terakhir. mungkin aku tidak berpikir lagi atas ucapanku terhadapmu, entah ini emosiku atau memang sudah keputusanku. namun seperti biasa, kau langsung menemuiku, kali ini tanpa menelponku terlebih dahulu (mungkin kau sudah paham tabiatku). seperti biasa kau minta penjelasan dariku, tapi kali ini aku kekeh dengan ucapanku, namun berulang kali kau menolaknya. kau memintaku untuk tetap bersamamu, namun aku hanya ingin satu hal saat itu "kita bertemu dan katakan secara terbuka, agar semua ini clear" namun saat itu kau tidak bisa memenuhinya, karena tidak ada yang jaga adik-adikmu. namun kau telah berjanji, untuk memenuhi permintaanku. selepas itu, aku sudah tidak menghubungimu sama sekali.
undangan & surat

sampai esok haripun aku diam denganmu, entah kenapa aku tidak fokus sama sekali kerja hari itu.
sampai-sampai untuk login komputer sendiri saja aku lupa passwordnya, dan lagi untuk login akun sistem inputer saja aku lupa malah pake akun temen. masyaallah . . . . efeknya luar biasa sekali
malam hari setelah pulang dari kampus, ada sebuah surat dan undangan untukku darimu (itu kado yang aku pinta). aku rasanya tidak siap untuk itu, kenapa kau masih saja membelikannya meski aku sudah pesan untuk tidak membelikannya, dan kaupun mengajaknya pergi juga dengan mobil pesanannya. yang ada dipikiranku saat itu hanya ingin mengembalikannya dan mengganti uang pembelian tiket itu. namun esoknya kau menelpon dan menanyakan akan kehadiranku, ya aku tau kau ingin aku hadir di acara itu, tapi entahlah, liat saja nanti, semenjak itu hubunganku mulai membaik denganmu, kau masih menanyakan apa aku mau dateng ?
aku hanya bilang "aku mau dateng, tapi aku gak mau bareng 1 mobil dengannya", ya itu keputusannku.
aku memang tidak tau jalan, meski sering melewati jalan itu, aku sedikit kesulitan dalam menghafal jalan. sempat bingung mau pergi kesananya gimana, terlintaslah untuk naik taksi, dan kau bilang "yaudah naik taksi, nanti aku yang bayar, atau kamu mau naik motor kita survei tempatnya, kan masih ada waktu tuh sabtu minggu". mmm . . . .  bener juga sih, atau opsi lain dengan minta tolong sama salah satu temennya untuk nganterin aku. "ya liat nanti aja"
semakin membaik dan semakin membaik, semoga saja ini awal yang bagus..
sampailah dihari sabtu, kitapun survei jalan, kali ini aku yang mengmudi motor, dan kau duduk manis dibelakang menunjukan arah jalan. sampailah di JCC, lumayan ingetlah dikit-dikit, muterin bentar abis itu cus ketempat lain..

Planetarium

sampailah kita ke planetarium, tempat yang selama ini jadi planing kita..
terima kasih ya, udah bawa aku sampe sini, aku senang sekali, meski pertunjukan bintang-bintangnya cuma sebentar tapi aku puas. dan setelah dari sana kita pulang kerumah, dan saat itu perut sudah sangat lapar, akhirnya beli ayam dan nasi deh kita, makan rame-rame dirumahmu.
setelah survey, aku ambil keputusan untuk minta ka adi aja untuk mengantar aku kesana, dan alhamdulillah dia mau, dan jemput aku juga.

28 April 2015 (happy graduation)
hari itu adalah hari yang sangat kau tunggu-tunggu, akhirnya sarjana juga. dan makin banyak yang sudah meninggalkan aku dikampus, sedih rasanya, biasanya tiap lewat suka ada yang manggil, tapi kali ini sudah tergantikan dengan wajah-wajah baru..
jam 5 pagi aku sudah siap-siap, dan pas jam 6 jemputanku sudah datang... ehehehehe
sebelumnya kau sempat nelpon, menanyakan apa jemputannya sudah datang, dan memberi kabar bahwa dia sudah dirumahmu. oh ya sudah
akupun jalan, dan perjalanan saat itu sangat macet, aku coba menghubungimu namun semua nomor mu tidak ada yang aktif..
yasudah aku lanjutkan saja perjalanan, sekitar pukul 7.30 aku tiba di JCC (balai sidang jakarta). dan aku coba menghubungimu kembali, alhamdulillah terhubung, dan kau bilang kalau kau terjebak macet dan sekarang sedang naik ojek menuju JCC, ya allah seketika akupun ikut panik.
aku coba masuk ke dalam gedung, dan menanyakan atas keterlambatannya. dan alhamdulillah masih ada toleransi sampai jam 9..
berkali-kali aku menanyakan keberadaanmu, sudah sampe mana dan gimana.
dan sekitar pukul 8.30 kau pun hadir, dan aku membantumu merapikan pakaiannmu..
senang bisa membantumu tepat waktu, dan menemani kekhawatiranmu..

IE

sebelum masuk ke ruang wisudawan dan aku masuk ke ruang tamu reguler, kamu masih sempet foto bareng sama aku. (^_^) 
mengikuti proses wisuda yang berlangsung lama dan sendirian itu membuatku semakin lapar, karena tidak sempat sarapan tadi pagi, dan akhirnya setelah namamu disebutkan akupun pergi keluar ruangan.

you and mas imam
menunggu sambil muter-muter gedung ketemu juga orang yang dikenal, ketemu bang oji sama dan temannya (sebenernya temenku juga, cuma aku lupa terus sama namanya). oiya baru inget namanya gilang....
hehehehe

me and bang oji (Rojiman)


muter-muter lagi ketemu sama nurul dan temannya, ternyata dia lagi nganterin temennya yang wisuda hari itu juga, ngobrol deh sama dia, ditanya ini itu, karna cape pake hill aku lepas deh tuh sepatunya eh dia bilang "emang dasar lanang" apa coba maksudnya (-~-)
nyebelin, udah cantik-cantik gitu masih aja dibilang kaya laki-laki, dasar nurullyana.
"nurul, nanti klo aq wisuda ga usah bawain bungan atau boneka ya.. beliin makanan aja" ucapku
"dasar nie anak, ntar gue bawain cireng.. bila perlu gue bawain cincin sekalian deh buat ngelamar lu" sahutnya dengan becanda
"yeeeee,,ririn tuh yang dilamar, masa aq"
"becanda ndah, hehehehehe"

menunggu cukup lama, dan akhirnya kau pun keluar juga. salaman sama kedua orang tuanya
"kirain ga dateng" bapaknya menyapa. 
dan tidak lama semuanya pun berkumpul, hah rasanya aku ingin kabur saja saat itu. namun berkali-kali bapaknya merangkulku dan aku pun menurut untuk tetap disana. aku berusaha menjaga sikap, meski aku tak bisa, dan alhasil tak ada senyumpun diraut wajahku.
saat pulang niatnya aku ingin pulang sendiri saja, tapi disuruh bareng, yoweslah aku bareng 1 mobil dengannya, tiba-tiba nurul bbm "ndah udah pulang ? sama siapa ?"
emang sebelumnya aku sempet bilang, klo bisa nanti anterin aku pulang, tapi aku lupa ngabarin dia. ehehehe
sepanjang perjalanan cuma bisa makan, ngilangin rasa kesel.. dan sempet tertidur sebentar, aku merasa ada tangan yang belai-belai kepala aku, ya itu tangan kamu..
sekitar pukul 4.00 sampai juga kita dirumah, aku turun dari mobil dan sempat mendengar kalau dia ingin mengantar aku pulang, "makasih ya perhatiannya sama aku" tapi aku ingin pulang sendiri saja..
mampir dulu kerumah kamu buat istirahat, dan aku masih kesal.
tak lama setelah kau bersih-bersih badan, kau keluar dengan semua atribut yang tadi masih dipakai
"kitakan tadi belum foto-foto" you said...
"oh" gumamku dalam hati
dipakailah kemeja dan dia memakaikanku topi toganya, but I can smile again
tetap saja dia memfotoku dengan manyun dimana-mana, "udah ah, ga mau foto lagi, foto-foto saja sama dia" kesalku..
masih dirumahnya, karna lapar aku makanlah nasi yang diberikan mamahnya pas dimobil, tapi aku tidak dapat menghabiskannya. niatnya mau nunggu ka adi, eh dia ga tau pulang kapan, yaudah akhirnya aku tidur-tiduran dulu disana, ngilangin pusing, niatnya mau pulang sendiri aja, eh kau bilang "nanti aku anterin, nanti dulu pulangnya"
dan selepas magrib akupun pulang, sebelum jalan pulang kau masih aja foto-foto meski aku gak mau.
sampailah dirumah, aku buru-buru kedalam dan mandi. sementara dia ngobrol sama orangtuaku.
sempat aku WA dia untuk mengucapkan terimakasih dan dalam hati "maaf atas sikapku yang seperti ini"...
selepas itu aku keluar dengan laptop sesuai dengan permintaanmu, ternyata kamu mau liat foto dan flash back bersamaku.. (^_^)
gak terasa sudah jam 10.00 dan kau pun izin pulang kerumah...

tobe continue......



29 March 2015

Maukan Kau Pergi Meninggalkanku ?

seketika kau berbisik kepadaku, "jangan menunggu aku lagi". kata-kata itu begitu mulus kau ucapkan, tapi apa kau tau bagaimana darahku mengalir berdesir ketika mendengarnya ? betapa kelu bibirku tuk berkata "kenapa ?", aku hanya bisa terdiam mendengar kata-kata itu dari bibirmu.
pikiranku pun mulai melayang dan bertanya-tanya.
tiba-tiba kau bercerita ini itu, dan seketika ku mulai mengerti apa alasannmu mengatakan demikian. ya membahagiakan orang tua memang sudah jadi tanggung jawab kita, tapi saat kau berkata "jika dia ada saat hari pentingku gmn ?", semakin kelu dan air matapun mengalir begitu saja
kau tau apa yang aku pikirkan saat itu ? kenapa masih saja dia ? aku berusaha positif thingking terhadapmu, ya aku tau siapa dia, mungkin saja kau hanya bersikap biasa, tapi sepertinya itu tidak biasa.
sungguh aku tak bisa berkata banyak, meski banyak pemberontakan dalam hati ini, awalnya ku tak ingin menghiraukannya, tapi lama-lama hal itu seperti mengganggu ku.
hujan deras mengiringi langkahku, sampailah aku dirumah. rasanya aku sangat lelah melewati hari ini, bukan fisik yang lelah, melainkan hati ini yang lelah.
seketika ku ingin menghubungi mu, namun kau reject telponku, dan ketika ku hubungi kembali nomormu mulai sibuk, ku kira kau sedang menelponku kembali, tapi tidak. aku menunggu tapi tak ada call bak.
beberapa saat kemudia ku terima pesan darimu, "maaf aq reject telponnya, hapenya sedang aq gunakan untuk theatering". mmm . . . . oke aq terima alasanmu saat itu.
sejam hampir berlalu, tapi kau tak membalas pesanku lagi, aku hanya berpikiran mungkin dia sudah tertidur, aku mencoba menghubunginya kembali, tapi nada sibuk masih terdengar disana.
aku coba dengan nomor lain, dan benar saja aku dapat menghubungimu. tapi . . . . .
kenapa aku mendengar nada "nomor yang anda tuju sedang dalam antrian, cobalah beberapa saat lagi" hah ?? kau sedang menelpon, tapi dengan siapa ? aku semakin bertanya-tanya, kau bilang hapenya sedang kau gunakan untuk theatering, tapi itu ?
aku bisa menebaknya dengan siapa kau bertelpon diujung sana, ya Tuhan . . . .
aku semakin tak bisa menahan apa yang ada didada, kenapa dia masih seperti itu terhadapku, kenapa dia membohongiku ?
apa ini jawabannya ? saat kau katakan padaku untuk tidak menunggumu, berulang kali kau mengisyaratkan aku untuk pergi, apa ini jawabannya ? kau pasti akan berkata tidak, dan bilang "terserah qm mau bilang apa" sepertinya aku sudah hafal dengan kata-kata itu.
pantas saja kau bersih keras inginkan aku pergi, kenapa tidak kau saja yang pergi jika memang kau masih ingin bersamanya, apa kau takut melukaiku ? tapi kau sudah melukaiku sangat dalam.
banyak hal tentang dia yang masih saja mengikuti, ini dan itu, dengan banyak dalil yang kau lontarkan. adik dan teman dekat, apa maksudnya ? bukankah itu masih spesial ?
aku tak mengerti, kenapa kau masih seperti itu, kau tak menghargaiku.
dia, apa dia alasanmu dibalik semua ini, apa dia alasannya mengapa kau ingin aku pergi, apa karna dia, bahkan kau tak ingin menghapus semua tentang dia, apa dia masih ada dihatimu, dan apakah kau masih mengharapkan dan mencintai dia ? pikiran itu sangat mengganggu ku.
semua kejadian seperti ada sangkut pautnya, jika dia tidak lagi siapa-siapamu, lantas kenapa kau ingin dia tetap ada ? kau bisa saja menolaknya jika memang kau dan dia sudah tidak ada hubungan apa-apa, tapi yang aku lihat tidak demikian.
apa mungkin aku harus pergi saja ? itu kah yang kau inginkan ? agar kau bisa tenang dengannya.
sungguh sangat pahit menerima kebohongan yang ada, sungguh sangat hancur hati ini ketika mengetahuih orang yang selama ini disayanginya, masih tetap berhubungan sangat dekat dengan orang yang seharusnya tidak lagi dengannya.
aku tak bisa menyalahkannya, tapi kau lah yang seharusnya berkaca. kau lah yang seharusnya bersikap tegas atas semua keputusan yang sudah kau ambil kala itu, tapi kau seperti tidak ingin bertanggung jawab atas hal ini.
kau hanya bisa berkata "kau boleh pergi jika kau mau".

29 July 2014

Hilang Arah

langkah kaki semakin tak terarah
pikiran sudah tak sejalan lagi
logika di permainkan
hati terus melemah

kemana harus ku mencari
kemana harus ku bertanya
semua membisu
seolah tak mau tau

ini sudah keterlaluan
ketika ketenangan di jadikan pembodohan
manut seperti orang bodoh
atau memang karena sering di bodoh-bodohi

apa iya seperti itu
rasanya anak baru kemarinpun mengerti
lalu ada apa dengan aku ??
apa karena keterbiasaan

cinta memang membutakan
tapi kenapa sampai membodohkan ?
ya, cinta itu tidak rumit seharusnya
lalu apa ini cinta ?

07 July 2014

Tulus - Teman Hidup

dia indah metetas gundah
dia yang selama ini ku nanti
membawa sejuk, memanja rasa
dia yang selalu ada untukku

di dekatnya aku lebih tenang
bersamanya jalan lebih terang
tetaplah bersamaku
jadi teman hidupku

berdua kita hadapi dunia
kau milikku ku milikmu
kita satukan tuju
bersama arungi derasnya waktu

kau milikku, ku milikmu
kau milikku, ku milikmu

didekatnya aku lebih tenang
bersamanya jalan lebih terang
tetaplah bersamaku
jadi teman hidupku

berdua kitadi dekatnya aku lebih tenang
bersamanya jalan lebih terang
tetaplah bersamaku
jadi teman hidupku

berdua kita hadapi dunia
kau milikku ku milikmu
kita satukan tuju
bersama arungi derasnya waktu

kau milikku, ku milikmu
kau milikku, ku milikmu
kau jiwa yang selalu aku puja

22 June 2014

My Favorit Quotes

Ya Allah ya Tuhanku..
Peliharalah aku dari kekecewaan,
Ya Allah ya Tuhanku yg Maha Mengerti
Berikanlah aku kekuatan melontar bayangannya jauh kedada langit
Hilang bersama senja nan merah..
Agar ku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya..

Ya ALLAH ..
Gantikanlah yg telah hilang,
Tumbuhkanlah kembali yg telah patah
Walaupun tidak sama dg dirinya..

Ya Allah ya Tuhanku..
Pasrahkanlah aku dg Takdir-Mu,
Sesungguhnya apa yg telah Engkau takdirkan adalah yg TERBAIK buatku,
Kerana Engkau Maha Mengetahui sgala yg terbaik buat hamba-Mu ini

Ya Allah,
cukuplah Engkau saja yg Menjadi pemeliharaku
didunia dan diakhirat
Dengarlah rintihan dari hamba-Mu yg daif ini
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Didunia ini maupun diakhirat..

Jauhkan aku dari hal2..
yg menjurus kearah kemaksiatan & kemungkaran,
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yg beriman,
Supaya Aku dan dia dpt membina kesejahteraan hidup kejalan yg Engkau Ridhai....
aamiin . . . . . 
(^_^)

Who Knows ?

membangun kembali sesuatu yang rusak memang tak semudah menggosok pakaian yang kusut, butuh waktu untuk mengembalikannya, bisa satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun, atau bahkan bisa bertahun-tahun lamanya.
memang tak ada yang tau kapan semua itu akan kembali, atau bisa jadi tidak sama sekali. hati orang siapa yang tau, bisa jadi lain di mulut, lain juga di hati, bahkan bisa juga lain di perbuatannya.
sama seperti halnya kepercayaan, tak mudah mengembalikan kepercayaan seseorang. tapi bukan berarti tak ada usaha sama sekali untuk mengembalikan kepercayaan tersebut.
selalu ada jalan jika memang ingin.....


17 June 2014

Remember When Rain Comes . . . .

hujan, yang membuatku mengiatmu
mengingat akan banyak hal yang telah kita lalui saat hujan
kenapa harus hujan ?
ya, meski banyak hal yang membuatku mengingatmu
tapi hujan, memiliki banyak kenangan denganmu
tiap moment, aku lihat ada titik hujan disana
I Love Rain . . . .
betapa aku bahagaia saat hujan datang
mengguyur keringanya bumi saat kemarau berkepanjangan
mencium aroma tanah basah saat hujan
heeeeemmmmmpppp.......
aku tahu itu hujan
bernyanyi di tengah hujan
melintasi jalan nan panjang
membasahi bumi nan gersang
sedikit genangan namun menutupi jalan
apa pun itu
aku merasa sangat merindukanmu...

22 May 2014

Not Like This !



bukan seperti ini, ya bukan
entah harus seperti apa, yang pasti tidak begini
ini bukan diriku, tidak seperti aku
aku tidak begini

sekali, dua kali, bahkan hingga berkali-kali
kenapa dengan aku ?
bertanya, untuk apa bertanya
jawabannya ada di diri

ini salah, ya ini salah
tidak begini, dan tidak seharusnya
dimana perasaanku ???
dan dimana akal sehatku ???

terhina sudah
dicaci sudah
tak pernah seperti ini
ini buruk, lebih dari buruk

kesalahan apa ?
tak usah bertanya
jawabannya ada di diri
dan harus bagaimana ?

bahagia ??
tidak, semua terasa membingungkan
tidak seperti ini
ya seharusnya tidak


18 May 2014

Rumit

aku tak mengerti
apa ada yang salah dengan semua ini
apa yang salah dengan cinta ini
aku hanya ingin bahagia dengan cintaku

aku tak pernah memintanya datang
aku tak pernah merebutnya
dia datang dengan sendirinya
dengan cinta yang dia simpan untukku

bertahun-tahun bersama
dan kini semua memuncak
problematika yang terjadi
membuat hati teriris

aku berdiri dengan cinta ini
cinta yang kau bawa untukku
cinta yang ku yakini
karena kau cintaku yang satu

25 March 2014

-

aku tak mengerti
aku tak paham
mengapa seperti ini
dan apa maksudnya

ku kira akan menyenangkan
setelah seharian sibuk dengan urusan masing-masing
tapi malam ini berbeda
entahlah

seketika air mataku terjatuh
mendengar ucapannya
apa pun itu aku tak suka
apa harus seperti itu

sudahlah
mungkin dia lelah
lelah dengan harinya
atau mungkin lelah dengan ku

07 March 2014

Happy Story ???



mmmm . . . .
lagi bingung nie...
kenapa ????
aku mau bikin tulisan bahagia tapi gak tau harus bagaimana, abis inspirasinya on pas galau sih.. #lho ???
heheheheh . . . . . .
pernah denger tulisan begini

              "seseorang bisa menjadi seorang puitisi atau pujangga ketika dia sedang senang ataupun sedih"

kurang lebih seperti itu yang aku baca, dan kenyataannya seperti itu kan ?
dari sekian banyak pos, kebanyakan isinya kegalauan aja kayanya. pernah sih mencoba buat bikin cerita bahagia, tapi cuma setengah jalan aja.
kebiasaan buruk memang, gak pernah nuntasin tulisannya.
hihihihihihi . . . . .
kapan-kapan di coba lagi, tapi yang lebih berbobot. . .
insyaallah . . . .
hamasah . . . . \(^_^)/



gambar ini dari komikmuslimah.blogspot.com


06 March 2014

My First HP is Broken

Hari ini bener-bener menyebalkan, kalau kata orang-orang hari sial. Entahlah, terserah mau nyebutnya apa.
Pagi-pagi udah di bikin sedih aja, terus sore ini hp jatoh ke kubangan.
Aku gak bisa nyalahin hari, semua yang terjadi pasti ada sebabnya, itu yang aku pikirkan.

Jadi begini ceritanya . . . .
Awalnya aku emang berniat pulang kerja gak langsung pulang, kebetulan salah satu sahabatku nelpon sore tadi, dia ngajakin ke BP nyari komik, tapi sayang sekali pas mau pulang hujan deras sekali jadi aku urungkan niatku, nah gak lama ujannya reda, aku call back dia, oketuh deal kesana, dia sih udah disana duluan, pas mau siap-siap ke sana hp bunyi, dia menginfokan kalau disana itu hujan. Yaaaaaahhhhh . . . . . gak jadi deh

Yaudah deh tuh, udah bulat buat gak pergi. Karena bensin habis, aku mampir dulu di pom, saat itu ujan agak rintik-rintik. Sebenernya masih enggan untuk pulang, tapi mau gimana lagi. Setelah isi bensin, aku putuskan untuk pakai mantel, karena takut deras nanti tiba-tiba tengah jalan.

Naaaaaahhhh . . . . ..
pas itu hp bunyi lagi, karena pake helm aku selipin aja hpnya, dia bilang disana udah reda, tapi ya sudah udah gak enak mau pergi juga. Aku pake deh tuh mantel, dan aku lupa kalau hp masih nyelip di helm, pas aku buka helmnya, PRAAAAAAAAKKKKKK . . . .  .
Hp ku jatuh ke air, (T_T) aku elap yang keliatan basah, aku matiin deh tuh hp. Pas sampe rumah aku liat basah sampe ke dalam ternyata, hiks hiks . . . . aku coba nyalain tapi gak nyala-nyala juga, aku lepas semuanya, aku tinggal solat magrib, aku berdoa supaya nyala lagi, alhamdulillah . . . .
nyala tuh hpnya, aku tinggal ke depan sebentar, pas aku cek udah mati lagi, huuuuaaaaaa . . . . . .
dont panic, aku cuma bisa diam nyembunyiin hp ini, aku gak bilang sama sekali sama ortu, aku gak putus asa. Aku coba lagi dan lagi, dan aku diemin aja tuh hp.
Ba'da isya aku coba, dan Alhamdulillah . . . . . .
my bee nyala lagi . . . . .
aku harap dia gak mati lagi......
itu hp pertamaku dari hasil keringatku sendiri (^_^)
aamiin . . . . .