Kadang yang terlihat tak seperti kenyataannya
Kadang yang tersembunyi dapat terlihat dengan nyata
Segala sesuatu tak mudah untuk di tebak
Namun dapat dirasakan jika kau peka terhadapnya
Saat ucapan masih sukar tuk di terima
Namun gambar bisu itu mampu bicara dengan bahasanya sendiri
Semua terlihat bahagia, tak ku lihat beban dalam gambar itu
Yang ada hanya kebahagiaan
Mencintai itu mudah
Dengan selalu bersama cinta itu bisa tumbuh
Meski tak suka, namun aku tahu
Masih ada cinta disana
Meski tak ku tau kadarnya
Perpisahan itu yang sulit
Melupakan apalagi
Maka saat ada perpisahan, janganlah berpikir tuk melupakan
Biarkan semua mengalir bersamaan dengan perpisahan itu
Nanti dia juga akan mengalir sendiri
Melintasi lintasan yang entah dimana akan bermuara
Yang ku tahu dari semua itu
Kau mencintainya, meski kau berkata kau mencintaiku
17 June 2013
14 June 2013
KUSAMPAIKAN
Rasa sesak seketika menyelinap dalam dada, entah apa yang sedang terjadi pada diriku. Gejolak dalam dada, seolah meminta untuk di keluarkan. Sekejap terlintas 2 kata "Aku Merindukanmu", ya mungkin itulah yang sedang aku rasakan saat ini.
Entah harus bagaimana, perasaan ini terus mengusikku. Memaksaku untuk mengatakan padamu bahwa sebenarnya aku merindukanmu. Ah, kenapa aku ini. Dan kejadian malam itupun hadir seketika, malam di hari jadimu, kusempatkan diri untuk mampir menemuimu. Tak kusangka, dalam hati berbisik "aku merindukan suasana ini". Kehangatan bersama keluargamu, canda tawa, menonton bersama-sama dan diakhiri dengan tangisan adikmu (^_^)
aaaahhhhhh . . . . . .
ku singkap semua itu, karena aku mulai merasakan tetesan di kedua pipiku, haru menyelimuti kalbu. Mungkin dirimu bisa merasakan apa yang ku rasakan, atau pikiran kita masih sama.
Tuhan.....
Kenapa perasaan ini masih begitu dalam terhadapnya, atau mungkin karena dia juga masih merasakan hal yang sama terhadapku ?
Aku dapat merasakan itu padanya, rasa yang begitu dalam. Namun jika prasangku ini salah, mungkin perasaanku yang begitu kuat terhadapnya.
Tuhan.....
Jika memang dialah tulang punggungku dan aku adalah bagian tulang rusuknya, maka jagalah hati kami berdua, biarkan kami tetap berjalan di atas jalan-Mu, agar cinta ini tak menyesatkan kami berdua. Pertemukanlah kami dalam naungan cinta-Mu yang suci, yang diawali dengan Ijab Qobul.
Hanya doa yang bisa ku sampaikan saat ku merindukanmu, agar sang Maha cinta menyampaikannya padamu.
Tertanda,
Yang Merindukanmu Dalam Diam
Entah harus bagaimana, perasaan ini terus mengusikku. Memaksaku untuk mengatakan padamu bahwa sebenarnya aku merindukanmu. Ah, kenapa aku ini. Dan kejadian malam itupun hadir seketika, malam di hari jadimu, kusempatkan diri untuk mampir menemuimu. Tak kusangka, dalam hati berbisik "aku merindukan suasana ini". Kehangatan bersama keluargamu, canda tawa, menonton bersama-sama dan diakhiri dengan tangisan adikmu (^_^)
aaaahhhhhh . . . . . .
ku singkap semua itu, karena aku mulai merasakan tetesan di kedua pipiku, haru menyelimuti kalbu. Mungkin dirimu bisa merasakan apa yang ku rasakan, atau pikiran kita masih sama.
Tuhan.....
Kenapa perasaan ini masih begitu dalam terhadapnya, atau mungkin karena dia juga masih merasakan hal yang sama terhadapku ?
Aku dapat merasakan itu padanya, rasa yang begitu dalam. Namun jika prasangku ini salah, mungkin perasaanku yang begitu kuat terhadapnya.
Tuhan.....
Jika memang dialah tulang punggungku dan aku adalah bagian tulang rusuknya, maka jagalah hati kami berdua, biarkan kami tetap berjalan di atas jalan-Mu, agar cinta ini tak menyesatkan kami berdua. Pertemukanlah kami dalam naungan cinta-Mu yang suci, yang diawali dengan Ijab Qobul.
Hanya doa yang bisa ku sampaikan saat ku merindukanmu, agar sang Maha cinta menyampaikannya padamu.
Tertanda,
Yang Merindukanmu Dalam Diam
12 June 2013
STOMACH
Pagi ini cuaca terasa sangat dingin, dan seperti biasa aku tak kuat terhadap cuaca dingin, apalagi perutku tak kuasa meminta untuk segera di keluarkan isinya (uuppsss,, sorry). Begitu bangun buru-buru aku segera ke toilet, ya begitulah dingin membuat perutku ikut dingin dan melilit. heheheheh . . . . .
Hari ini sebelum berangkat kerja aku mampir ke tempat sahabatku untuk mengembalikan bukunya, setelah itu ku lanjutkan perjalanan menuju tempat ku bekerja, namun kejadian yang tak ku inginkan terjadi. Tiba-tiba saja di tengah perjalanan perutku terasa sakit lagi, "Ku coba untuk bertahan, namun aku tak sanggup" hahahaha,,,, udah kaya lagu aja.
OMG . . . . . gimana ini, klo aku pulang sungguh gak mungkin.
AAAARRRGGGG . . . . udah ga kuat, aku masih coba menahannya. Untungnya tidak jauh ada POM bensin, ku putuskan untuk berhenti disana.
Haaaahhh , , , , lega rasanya (=^_^=) sorry..
07.30
Hah !!!!
udah jam segitu ??? aduuuhhhh bisa-bisa telat lagi nie sampai kantor, di jalan juga khawatir takut sakit perut lagi, masalahnya arah yang aku lewatin untuk menuju kantor itu ga ada POM bensin. Ada sih tapi masih jauh banget jaraknya.
Alhamdulillah, selama perjalan sakit perutnya ilang. But, I've new problem "Trafic Jammed". Udah jam segitu, macet pula, masyaallah.
dan keluarlah ilmu yang namanya "SABAR", ya cuma itu yang bisa dilakukan saat ini, it's be better.
dan sekali lagi syukur alhamdulillah kepada Allah, atas kesembuhan yang telah di berikan dan aku pun tidak terlambat sampai kantor.
(^_^)/~ see yaa...
Hari ini sebelum berangkat kerja aku mampir ke tempat sahabatku untuk mengembalikan bukunya, setelah itu ku lanjutkan perjalanan menuju tempat ku bekerja, namun kejadian yang tak ku inginkan terjadi. Tiba-tiba saja di tengah perjalanan perutku terasa sakit lagi, "Ku coba untuk bertahan, namun aku tak sanggup" hahahaha,,,, udah kaya lagu aja.
OMG . . . . . gimana ini, klo aku pulang sungguh gak mungkin.
AAAARRRGGGG . . . . udah ga kuat, aku masih coba menahannya. Untungnya tidak jauh ada POM bensin, ku putuskan untuk berhenti disana.
Haaaahhh , , , , lega rasanya (=^_^=) sorry..
07.30
Hah !!!!
udah jam segitu ??? aduuuhhhh bisa-bisa telat lagi nie sampai kantor, di jalan juga khawatir takut sakit perut lagi, masalahnya arah yang aku lewatin untuk menuju kantor itu ga ada POM bensin. Ada sih tapi masih jauh banget jaraknya.
Alhamdulillah, selama perjalan sakit perutnya ilang. But, I've new problem "Trafic Jammed". Udah jam segitu, macet pula, masyaallah.
dan keluarlah ilmu yang namanya "SABAR", ya cuma itu yang bisa dilakukan saat ini, it's be better.
(^_^)/~ see yaa...
Subscribe to:
Posts (Atom)

