17 June 2013

TODAY

Pagi ini, eh eh jangan dari pagi ini deh....
Diawali dari mimpi semalem,,(gpp ya ^^)

Malam ini aku mimpi 2 orang wanita yang sudah tak asing lagi bagiku, salah satunya adalah sahabatku. Tunggu, siapakah yang satu lagi, ku coba dekati dan ternyata "Dia" (kasih tau ga ya) hihihihih . . . .
Dia seseorang yang aku tidak kenal, tapi aku mengetahui sedikit tentangnya. Dalam mimpi itu, dia penasaran dengan sosok diriku (waduh.....bahasane). Dia pengen tau aku tuh seperti apa, tapi di mimpi itu aku selalu menunduk karena ku tak ingin menampakkan wajah ku, ya karena wajahku tak semulus wajahnya. Setelah itu tiba-tiba aku terbangun, cuma segitu doang mimpinya.
(Gubraaaakkk.... :P)
Sekitar jam 03.00 aku terbangun, dan sudah tak bisa tidur lagi. Syukurnya pagi ini aku tidak mengantuk.
Pagi ini cuaca sangat sejuk, pas aku tengok keluar ternyata awan hitam sudah mulai menyelimuti pagi. Gelap, tak nampak cahaya matahari yang ku lihat.


Tak lama rintik air hujan mulai terlihat, sedik demi sedikit lama-lama turun dengan derasnya. Bergegas ku siap-siap ingin berangkat kerja, mempersiapkan segala sesuatu yang aku butuhkan. Seperti sudah tidak di herankan lagi, kebiasaan ku lari-lari sradak sruduk sana-sini.
Alhasil,,,
GUUBRRAAAAKKKK !!!!!
aku akrobat di depan pintu, (^_^) aku terpeleset karena licinnya lantai itu.
Untung saja tidak terlau ekstrim, tiba terdengar suara dari dalam
"gimana sih kamu, makanya jangan lari-larian aja"
hehehehe . . . .


Sudah rapih, black juga udah ready, and now time to go to work. Hujannya cukup deras, hingga tak berani ku melaju dengan cepat. Bunyi suara rem dari tiap kendaraan menambah khas suasana hujan pagi ini, jalanan terlihat lebih longgar dari biasanya.
Hujan . . . .
aku senang saat hujan datang, namun jika di iringi dengan kilat dan petir aku tak berani, seperti halnya tadi. Kilat dan petir terdengar disela-sela bunyi hujan, biasanya aku bersembunyi di balik bantal, tapi kali ini aku hanya bisa berdoa dalam hati.
Hujan . . .
entah kenapa banyak sekali kenangan saat hujan, but I Like that moment..



(^_^)/~ see yaa

TERLINTAS DALAM BENAK

Kadang yang terlihat tak seperti kenyataannya
Kadang yang tersembunyi dapat terlihat dengan nyata
Segala sesuatu tak mudah untuk di tebak
Namun dapat dirasakan jika kau peka terhadapnya

Saat ucapan masih sukar tuk di terima
Namun gambar bisu itu mampu bicara dengan bahasanya sendiri
Semua terlihat bahagia, tak ku lihat beban dalam gambar itu
Yang ada hanya kebahagiaan

Mencintai itu mudah
Dengan selalu bersama cinta itu bisa tumbuh
Meski tak suka, namun aku tahu
Masih ada cinta disana
Meski tak ku tau kadarnya

Perpisahan itu yang sulit
Melupakan apalagi
Maka saat ada perpisahan, janganlah berpikir tuk melupakan
Biarkan semua mengalir bersamaan dengan perpisahan itu

Nanti dia juga akan mengalir sendiri
Melintasi lintasan yang entah dimana akan bermuara
Yang ku tahu dari semua itu
Kau mencintainya, meski kau berkata kau mencintaiku

14 June 2013

KUSAMPAIKAN

Rasa sesak seketika menyelinap dalam dada, entah apa yang sedang terjadi pada diriku. Gejolak dalam dada, seolah meminta untuk di keluarkan. Sekejap terlintas 2 kata "Aku Merindukanmu", ya mungkin itulah yang sedang aku rasakan saat ini.

Entah harus bagaimana, perasaan ini terus mengusikku. Memaksaku untuk mengatakan padamu bahwa sebenarnya aku merindukanmu. Ah, kenapa aku ini. Dan kejadian malam itupun hadir seketika, malam di hari jadimu, kusempatkan diri untuk mampir menemuimu. Tak kusangka, dalam hati berbisik "aku merindukan suasana ini". Kehangatan bersama keluargamu, canda tawa, menonton bersama-sama dan diakhiri dengan tangisan adikmu (^_^)

aaaahhhhhh . . . . . .
ku singkap semua itu, karena aku mulai merasakan tetesan di kedua pipiku, haru menyelimuti kalbu. Mungkin dirimu bisa merasakan apa yang ku rasakan, atau pikiran kita masih sama.

Tuhan.....
Kenapa perasaan ini masih begitu dalam terhadapnya, atau mungkin karena dia juga masih merasakan hal yang sama terhadapku ?
Aku dapat merasakan itu padanya, rasa yang begitu dalam. Namun jika prasangku ini salah, mungkin perasaanku yang begitu kuat terhadapnya.

Tuhan.....
Jika memang dialah tulang punggungku dan aku adalah bagian tulang rusuknya, maka jagalah hati kami berdua, biarkan kami tetap berjalan di atas jalan-Mu, agar cinta ini tak menyesatkan kami berdua. Pertemukanlah kami dalam naungan cinta-Mu yang suci, yang diawali dengan Ijab Qobul.

Hanya doa yang bisa ku sampaikan saat ku merindukanmu, agar sang Maha cinta menyampaikannya padamu.



Tertanda, 
Yang Merindukanmu Dalam Diam